√ Pengertian dan Pengembangan 5 Macam Model Teori Atom, Lengkap dengan Gambar!

Teori atom merupakan teori mengenai sifat benda pada ilmu fisika dan kimia, . Teori ini menyatakan bahwasanya seluruh benda yang ada itu terbentuk dari atom-atom. Teori ini bisa diterapkan oleh semua benda seperti yang ada di bumi, yaitu padat, cair, juga gas. Oleh karena itu teori atom merupakan teori yang penting. Jadi, pada kali ini kita akan membahas tentang pengertian dan pengembangan 5 teori atom, lengkap dengan model dan gambarnya.

Pengertian Atom

Diperkirakan abad ke-4 sebelum masehi, salah satu fisul dari yunani, yaitu Democritus. Mengemukakan sebuah teori, yang intinya berisi jika suatu benda dibagi menjadi bagian-bagian, lalu bagian-bagian itu terus dibagi lagi, sampai menjadi bagian yang paling kecil, dan akhirnya tidak dapat dibagi lagi, bagian terkecil itulah dia sebut atom. Menurutnya atom itu padat, dan tidak mempunyai struktur didalamnya, tapi ada sebuah ruang kosong antar atom untuk pegerakannya (sama seperti fleksibilitas suatu benda padat).

Kata atom itu sendiri berasal dari bahasa asal Democritus (yunani) yaitu ”atomos”, yang memiliki arti ”tidak dapat dibagi”. Atomos diambil dari kata yang berarti tidak, dan tomos yang berarti meotong. 

Selain itu, Democritus juga menjelaskan dalam pendapatnya, bahwa atom dapat dibedakan ke dalam bentuk, massa dan ukurannya untuk membedakan suatu sifat dari material. Tapi teori Democritus ini kurang memiliki bukti yang eksperimental, sampai pada sekitar tahun 1800 munculah teori-teori baru yang bisa dibuktikan berdasarkan hasil eksperimen.

Gambar Teori Atom
sumber: frontera

Baca Juga: Pengertian tanda baca

Pengembangan Teori Atom dan Modelnya

Diatas tadi sudah dijelaskan tentang Democrtus dan teorinya. Begitulah awal mula teori atom ini. Dan sampai saat ini, setidaknya ada 5 macam model teori atom, yaitu:

  1. Model atom John Dalton.
  2. Model atom J.J. Thomson.
  3. Model atom Rutherford.
  4. Model atom Niels Bohr.
  5. Dan, Model atom Modern.

Teori  Atom John Dalton

Setelah Democritus, teori atom John Dalton atau yang sering disebut Dalton pun mucul, tepatnya pada tahun 1803. Teori model atom John Dalton ini bedasarkan oleh dua hukum, yaitu hukum Lavoisier (kekekalan massa), dan hukum prouts (susunan tetap).

Yang dimana hukum Lavosier berisi bahwa “Massa total zat-zat hasil reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat sebelum reaksi itu”. Dan hukum Prouts yang berisi bahwa “Suatu senyawa akan selalu tetap dalam perbandingan massa unsur-unsur”

Dari kedua hukum itu John Dalton mengemukakan pendapatnya tentang teori atom modelnya, yang berkesimipulan menjadi 4 poin:

  1. Bagian terkecil dari suatu materi yang sudah tidak dapat dibagi-bagi lagi adalah atom.
  2. Pengambaran atom yaitu adalah bola pejal yang amat sangat kecil. Serta setiap unsur memilki atom-atom yang berbeda satu sama lain, dan memiliki khas.
  3. Atom dapat bergabung dengan atom lainnya dan membentuk sebuah senyawa dengan perbandingan bilngannya yang bulat juga sederhana. Contohnya, seperti senyawa air yang bersal dari gabungan atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen.
  4. Atom itu tidak dapt dimusnahkan apa lagi diciptakan, karena reaksi kimia yang merupakan pemisahan/penggabungan/penyusunan kembali dari atom-atom
Gambar Model Teori Atom John Dalton
Gambar Model Teori Atom John Dalton
  • Kelebihan Atom John Dalton:

Karen teori atom Dalton inilah, minat terhadap penelitian tentang model atom meningkat tinggi.

  • Kelemahan Atom John Dalton:

Teori atom Dalton ini tidak dapat menjelaskan bagaimana suatu larutan yang dapat menghantarkan sebuah arus listrik.
Karena, bagaimana mungkin bola pejal bisa menghantarkan sebuah arus listrik? Padahal listrik itu sendiri adalah elektron yang selalu bergerak. Hal ini bisa disimpulkan bahwa ada partikel lain yang dapat menghantarkan sebuah arus listrik.

Teori Atom J.J. Thomson

Setelah teori atom Dalton. Ketika awal tahun 1900an, J.J. Thomson mengemukakan teori model baru tentang atom.

Menurut teori atom model thomson terdapat partikel elektron juga proton di dalam sebuah atom. Berdasarkan hasil eksperimen yang telah dilakukannya, elekton memiliki massa yang jauh lebih kecil dibandingkan proton, sehingga teori atom Thomson mengambil kesimpulan bahwa atom adalah proton tunggal yang besar.

Di dalam proton itu terdapat elektron-elektron yang mampu menetralkan adanya muatan positif dari proton tersebut.

Menurut model atom Thomson, atom itu sendiri terdiri dari suatu bulatan yang bermuatan positif yang muatannya rapa dan merata. Di dalam muatan positif itulah tersebar elektron-elektorn dengan muatan negatif yang muatan positif sama besar antara satu sama lain. Jadi bisa di simpulkan, bahwa teori atom Thomson menyatakan “Bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan-muatan yang elektronnya negatif adalah atom.”

Secara simpel teori atom model Thomson dapat ibaratkan dengan jambu biji yang telah dikupas dari kulitnya. Biji jambu itu tersebut tersebar merata itulah elektron, dan bulatan daging jambunya yang pejal itulah proton.

Gambar Model Teori Atom J.J. Thomson
Gambar Model Teori Atom J.J. Thomson
  • Kelebihan Atom J.J. Thomson:

Atom bukanlah bagian terkecil dari sebuah unsur, Karena ada partikel-partikel lain yang bermuatan negatif tadi di dalam atom.

  • Kelemahan Atom J.J. Thomson:

Model teori Thomson ini tidak mampu menjabarkan tentang susunan muatan positif dan muatan negatif dalam bola atom tersebut.

Baca Juga: Pengembangan kalimat aktif dan pasif

Teori Atom Rutherford

Selanjutnya yang ketiga adalah teori atom model Rutherford. Sekitar tahun 1910 Rutherford bersama dengan dua orang muridnya, yaitu Hans Geiger dan Erners Masreden. Melakukan sebuah percobaan yang sekarang dikenal dengan hamburan sinar alfa (λ) terhadap sebuah lempeng tipis dari emas.

Dari hasil percobaannya, mereka menemukan bahwa sebagian besar dari partikel alfa bisa menembus lembaran dari emas itu tersebut tanpa dibelokkan.

Untuk menjelaskannya bahwa ada sebagian besar partikel-α tadi yang dapat menembus lempeng dari emas tanpa dibelokkan, Rutherford mengembangkan teori model inti atomnya.

Menurrutnya, berdasarkan beberapa gejala yang terjadi dari percobaannya, bisa diambil kesimpulan bahwa:

  1. Atom bukan merupakan bola pejal, karena hampir semua partikel alfa diteruskan
  2. Jika lempeng emas tersebut dianggap sebagai satu lapisanatom-atom emas, maka d idalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif.
  3. Partikel tersebut merupakan partikelyang menyusun suatu inti atom, berdasarkan fakta bahwa 1 dari 20.000 partikel alfa akan dibelokkan. Bila perbandingan 1:20.000 merupakan perbandingan diameter, maka didapatkan ukuran inti atom kira-kira 10.000 lebih kecil daripada ukuran atom keseluruhan.

Berdasarkan kesimpulan dari hasil pengamatannya Rutherford mengemukan sebuah model atom yang dikenal dengan model atom Ruthreford yaitu ” Atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif.”

Gambar Model Teori Atom Rutherford
Gambar Model Teori Atom Rutherford
  • Kelebihan Atom Rutherford:

Membuat hipotesa bahwa atom tersusun dari inti atom dan elektron yang mengelilingi inti. Teori Rutherford bahwa elektron mengelilingi inti atom ini memberikan inspirasi pada penemuan baru berikutnya yaitu tentang lintasan/kedudukan elektron yang selanjutnya dikenal sebagai kulit elektron.

  • Kelemahan Atom Rutherford:

Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom. Berdasarkan teori gerak, apabila  elektron bergerak mengitari inti disertai pemancaran energi maka lama – kelamaan energi elektron akan berkurang dan lintasannya makin lama akan mendekati inti dan jatuh ke dalam inti.

Teori Atom Niels Bohr

Pada tahun 1913, Neils Bohr memperbaiki kegagalan atom Rutherford melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Berdasarkan hasil percobaannya Bohr memberikan gambaran keadaan/kedudukan orbit elektron dalam menempati daerah di sekitar inti atom. Menurut Bohr elektron mengelilingi inti atom pada orbit tertentu, hanya terdapat orbit dalam jumlah tertentu dan perbedaan antar orbit satu dengan yang lain adalah jarak orbit dari inti atom.

Keberadaan elektron baik di orbit yang rendah maupun yang tinggi sepenuhnya tergantung oleh tingkatan energi elektron. Sehingga elektron di orbit yang rendah akan memiliki energi yang lebih kecil daripada elektron di orbit yang lebih tinggi.

Penjelasan Bohr tentang atom  melibatkan gabungan antara teori klasik dari Rutherford dan teori kuantum dari Planck, dan secara garis besar Bohr mengemukaan model atomnya sebagai berikut :

  1. Elektron dalam atom bergerak mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu, tidak memancarkan energi. Lintasan-lintasan elektron itu disebut kulit atau tingkat energi elektron.
  2. Elektron dapat berpindah dari satu lintasan ke lintasan yang lain.
  3. Perpindahan elektron dari tingkat energi tinggi ke rendah disertai pemancaran energi. Sedang perpindahan elektron dari tingkat energi rendah ke tinggi disertai penyerapan energi.
  4. Elektron yang bergerak pada lintasannya berada pada keadaan stasioner, artinya elektron tidak memancarkan atau menyerap energi.

Menurut model atom bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit elektron atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yang terletak paling dalam, semakin keluar semakin besar nomor kulitnya dan semakin tinggi tingkat energinya.

Gambar Model Teori Neils Bohr
Gambar Model Teori Neils Bohr
  • Kelebihan Atom Neils Bohr:

Atom Bohr adalah bahwa atom terdiri dari beberapa kulit untuk tempat berpindahnya elektron.

  • Kelemahan Atom Neils Bohr:

Model atom ini adalah tidak dapat menjelaskan efek Zeeman dan efek Strack

Teori Atom Modern

Berdasarkan pengertian dasar yang diperoleh dari model-model atom klasik  bahwa atom terdiri dari elektron, proton, dan neutron, maka dapat dimungkinkan adanya model yang lebih rumit dan lengkap mengenai atom yang hingga sekarang masih dikatakan misterius.

Salah seorang yang menjelaskan tentang model atom modern adalah Erwin Schrodinger (1926). Sebelum Erwin Schrodinger, seorang ahli dari Jerman Werner Heisenberg mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian yaitu “Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom.”

Daerah ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut orbital. Bentuk dan tingkat energi orbital dirumuskan oleh Erwin Schrodinger.Erwin Schrodinger memecahkan suatu persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang untuk menggambarkan batas kemungkinan ditemukannya elektron dalam tiga dimensi.

x,y dan z = Posisi dalam tiga dimensi
y= Fungsi gelombang
m= massa
ђ= h/2p dimana h = konstanta plank dan p = 3,14
e= Energi total
V= Energi potensial

Model atom dengan orbital lintasan elektron ini disebut model atom modern atau model atom mekanika kuantum yang berlaku sampai saat ini, seperti terlihat pada gambar berikut ini.

Gambar Model Teori Atom Moderen
Gambar Model Teori Atom Moderen

Awan elektron di sekitar inti menunjukan tempat kebolehjadian elektron. Orbital menggambarkan tingkat energi elektron. Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau hampir sama akan membentuk sub kulit. Beberapa sub kulit bergabung membentuk kulit. Dengan demikian kulit terdiri dari beberapa sub kulit dan subkulit terdiri dari beberapa orbital.

Baca Juga: Pengembangan kalimat tunggal dan majemuk

Struktur Atom

Struktur atom merupakan satuan dasar materi yang terdiri dari inti atom beserta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom mengandung campuran proton yang bermuatan positif dan neutron yang bermuatan netral (terkecuali pada Hidrogen-1 yang tidak memiliki neutron). Elektron-elektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya elektromagnetik.

Demikian pula sekumpulan atom dapat berikatan satu sama lainnya membentuk sebuah molekul. Atom yang mengandung jumlah proton dan elektron yang sama bersifat netral, sedangkan yang mengandung jumlah proton dan elektron yang berbeda bersifat positif atau negatif dan merupakan ion.

Atom dikelompokkan berdasarkan jumlah proton dan neutron pada inti atom tersebut. Jumlah proton pada atom menentukan unsur kimia atom tersebut, dan jumlah neutron menentukan isotop unsur tersebut.

Struktur Atom Terdiri dari beberapa Inti Atom

Tabel Sistem Periodik Unsur

Gambar Tabel Sistem Periodik Unsur
Gambar Tabel Sistem Periodik Unsur

Format tabel periodik:

  1. Masing-masing unsur terdapat dalam satu kotak yang berisi nomor atom, lambang unsur, dan nomor massa. Kotak-kotak tersebut berurut dari kiri ke kanan berdasarkan kenaikan nomor atom.
  2. Kotak-kotak tersebut tersusun membentuk barisan horizontal (periode) dan barisan vertikal (golongan). Setiap periode diberi nomor dari 1 hingga 7. Setiap golongan diberi nomor dari 1 hingga 8 dengan huruf A atau B. Pada sistem IUPAC baru, setiap golongan diberi nomor dari 1 hingga 18 tanpa huruf A atau B. Unsur-unsur dalam satu golongan yang sama pada tabel periodik akan memiliki kemiripan sifat.
  3. Unsur-unsur golongan 1A−8A (golongan 1−2, 13−18) merupakan unsur golongan utama. Unsur-unsur golongan 1B−8B (golongan 3−12) merupakan unsur logam transisi. Dua deret unsur di bagian bawah, yakni lanthanida dan aktinida, disebut unsur logam transisi dalam.

Contoh Atom dan Lambangnya

Beberapa contoh atom beserta simbol atomnya antara lain :

No Simbol Artinya
1 Na Natrium
2 K Kalium
3 Mg Magnesium
4 Ca Kalsium
5 Al Alumunium
6 Cl Klorida
7 S Sulfur
8 O Oksigen

Dan seluruh atom yang termuat dalam Tabel Standar Periodik Umum Kimia.

Baca Juga: struktur rumus segitiga


Begitulah pembasan kali ini, seputar pengertian dan pengembangan 5 teori atom, lengkap dengan model dan gambarnya. Semoga bermanfaat, dan silahkan share ke teman-teman kamu yang membutuhkannya. Terimakasih. 😀

Yakin Ngga Mau Komen?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: