12 Macam Tanda Baca Dan Cara Penggunaannya, Lengkap Dengan Contoh & Gambar!

Halo Sobat Koran, jumpa lagi nih. Kali ini kita akan membahas tentang tanda baca lengkap dengan contoh dan gambar. Tanda baca seperti tanda seru atau titik dua dan lainnya, merupakan suatu hal yang begitu penting dalam berkomunikasi secara tertulis. Nah, artikel ini juga membahas tentang cara pemakaian dan penggunaan tanda baca secara lengkap, seperti perbedaan penggunaan tanda koma dan penggunaan titik koma.

Karena dengannya kita dapat lebih mudah untuk memahami bacaan tersebut. Mungkin ketika semasa sekolah sudah ada yang pernah mempelajarinya pada pelajaran bahasa indonesia, maka tidak salahnya untuk mengulanginya kembali.

Pengertian Tanda Baca

Tanda baca merupakan tanda yang tidak ada hubungannya dengan suaradan frasa suatu bahasa, tapi berperan sebagai petunjuk suatu struktur dan organisasi dalam sebuah tulisan. Juga untuk mengambarkan intonasi suatu tulisan. Setiap bahasa memiliki atutaran-aturannya masing-masing.

Jadi secara umum adalah stbol yang digunakan dalam sistem ejaan suatu tulisan.

Menurut Para Ahli

Ada banyak sekali pen-tafsrian dalam pengertian tanda baca, berikut pendapat dari beberapa para ahli.

Ialah tanda yang digunakan dalam sistem ejaan seperti titik, koma dan lain sebagainya. -Menurut KBBI

Drs. Abdullah.

Menurut beliau, ialah tanda yang digunakan untuk menjelaskan maksud penulis agar informasi disampaikan tanda serah terima oleh pembaca.

Dr. Gorys Keraf.

Dalam bukunya yang berjudul komposisi sebuah pengantar kemahiran Berbahasa Indonesia. Pada halaman 13, terdapat pernyataan beliau yang berisi, tanda-tanda atau gambar-gambar yang menggambarkan unsur-unsur suprasemental dalam tutur untuk memudahkan pembaca mengikuti jejak bahasa lainnya.

Prof. Dr. Dp.Tampubolon.

Di halaman ke 33, dalam karyamya yang bejudul kemampuan membaca teknik membaca ffektif dan ffisien, beliau berpendapat, ialah lambang-lambang tulisan yang dipergunakan oleh penulis untuk melambangkan berbagai aspek bahasa lisan yang bukan bunyi-bunyi bahasa.

Fachruddin, A.G.

dalam buku bahasa Indonesia (pegangan mata kulia dasar umum) di halaman 33. Beliau mengemukakan, ialah tanda yang digunakan untuk melambangkan bahasa.

Baca Juga: Pengetian teori atom (lengkap)

Fungsi Tanda Baca

Jadi dari pengertian diatas, bisa disimpulkan bahwa tanda baca mempunyai funsi sebagai tanda untuk memper mudah sebuah tulisan untuk dibaca.

 

Gambar Pengertian dan Fungsi Tanda Baca
Gambar Pengertian dan Fungsi Tanda Baca

Baca Juga: Fungsi kalimat tunggal dan majemuk

Jenis Tanda Baca

Ada 2 jenis pada tanda baca. Yaitu pertama berupa simbol-simbol seperti, tanda seru, titk dua, tanda kurung, dan sebagainya. Dan yang kedua yaitu dari segi format penulisannya.

9 Macam Tanda Baca

Sebenarnya ada banyak sekali tanda baca, tidak hanya 9 saja. Tapi jika dibahas semua akan panjang sekali bahasanya, jadi disini hanya membahas 9 tanda baca yang penting dan sering digunakan. Berikut 9 macam tanda baca beserta cara pemakaiyannya.

Tanda Titik

Ada 5 cara untuk penggunaan tanda titik.

Cara 1 Menggunakan Tanda Titik

1. Cara penggunan tanda titik jika dipakai pada akhir kalimat pernyataan.

Contoh cara penggunannya:

  • Kita sedang bermain bola.
  • Saya suka sekali sayuran.
Cara 2 Menggunakan Tanda Titik

2. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.

Contoh cara penggunannya:

  • I. Kondisi Kebahasaan di Indonesia

A. Bahasa Indonesia
1. Kedudukan
2. Fungsi
B. Bahasa Daerah
1. Kedudukan
2. Fungsi
C. Bahasa Asing
1. Kedudukan
2. Fungsi

  • 1. Patokan Umum

1.1 Isi Karangan
1.2 Ilustrasi
1.2.1 Gambar Tangan
1.2.2 Tabel
1.2.3 Grafik
2. Patokan Khusus

Catatan:

(1) Tanda titik tidak dipakai pada angka atau huruf yang sudah bertanda kurung dalam suatu perincian.

Contoh:

Bahasa Indonesia berkedudukan sebagai.
1) bahasa nasional yang berfungsi, antara lain,
a) lambang kebanggaan nasional,
b) identitas nasional, dan
c) alat pemersatu bangsa;
2) bahasa negara ….

(2) Tanda titik tidak dipakai pada akhir penomoran digital yang lebih dari satu angka.

(3) Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau angka terakhir dalam penomoran deret digital yang lebih dari satu angka dalam judul tabel, bagan, grafik, atau gambar.

Contoh:

  1. Tabel 1 Kondisi Kebahasaan di Indonesia
  2. Tabel 1.1 Kondisi Bahasa Daerah di Indonesia
  3. Bagan 2 Struktur Organisasi
  4. Bagan 2.1 Bagian Umum
  5. Grafik 4 Sikap Masyarakat Perkotaan terhadap Bahasa Indonesia
  6. Grafik 4.1 Sikap Masyarakat Berdasarkan Usia
  7. Gambar 1 Gedung Cakrawala
  8. Gambar 1.1 Ruang Rapat
Cara 3 Menggunakan Tanda Titik

3. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu.

Contoh cara penggunannya:

  • pukul 08.15.30 (pukul 8 lewat 15 menit 30 detik atau pukul 8, 15 menit, 30 detik)
  • 08.15.30 jam (8 jam, 15 menit, 30 detik)
  • 00.15.30 jam (15 menit, 30 detik)
  • 00.00.30 jam (30 detik)
Cara 4 Menggunakan Tanda Titik

4. Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis, tahun, judul tulisan (yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru), dan tempat terbit.

Contoh cara penggunannya:

  • Pusat Pendidikan, Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Peta di Negara Republik Indonesia. Bandung.
  • Moeliono, Anton M. 1989. Kembara Bahasa. Jakarta: Gramedia.
Cara 5 Menggunakan Tanda Titik

5. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.

Contoh cara penggunannya:

  • Pulau Jawa memiliki lebih dari 1.000 Adat.
  • Masyarakat yang hadir lebih dari 5.000.000 orang.
  • Anggaran pembebasan tanah itu sebesar Rp540.000.000.000,00.

Catatan:

(1) Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.

Contoh:

– Dia lahir pada tahun 1996 di Jakarta.
– Kata sila terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa halaman 1305.
– Nomor telepon ketua OSIS adalah 08123456789.

(2) Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan, ilustrasi, atau tabel.

Contoh:

– Acara Kunjungan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
– Bentuk dan Kedaulatan (Bab I UUD 1945)
– Gambar 6 Alat Indra Manusia
– Tabel 10 Dasa Darma Pramuka

(3) Tanda titik tidak dipakai di belakang (a) alamat penerima dan pengirim surat serta (b) tanggal surat.

contoh:

Yth. Direktur Taman Metro Mini
Jalan Gatot Raya No. 22
Pasar Minggu
Jakarta 14045

Yth. Kepala Sekolah Dasar Tugu 10
Jalan Garuda Putra V
Sawangan
Depok

Mufti, M.Hum.
Jalan Cimeng I No. 12
Bandung Barat

– 1 Januari 2001

– Pekalongan, 31 Februari 2020 (tanpa kop surat)

Gambar Tanda Baca Titik -korangratis.net
Gambar Tanda Baca Titik

Tanda Koma

Ada 13 cara untuk penggunaan tanda koma.

Cara 1 Menggunakan Tanda Koma

1. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.

Contoh cara penggunannya:

  • Telepon seluler, komputer, atau internet bukan barang asing lagi.
  • Buku, majalah, dan jurnal termasuk sumber kepustakaan.
  • Satu, dua, … tiga!
Cara 2 Menggunakan Tanda Koma

2. Tanda koma dipakai sebelum kata penghubung, seperti tetapi, melainkan, dan sedangkan, dalam kalimat majemuk (setara).

Contoh cara penggunannya:

  • Saya ingin membeli sepatu, tetapi uang saya belum cukup.
  • Ini bukan milik saya, melainkan milik teman saya.
  • Dia berlari pagi, sedangkan kembarannya bersepeda.
Cara 3 Menggunakan Tanda Koma

3. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimatnya.

Contoh cara penggunannya:

  • Jika diundang, saya akan datang.
  • Karena rendah hati, dia mempunyai banyak teman.
  • Agar memiliki wawasan yang luas, kita harus banyak membaca buku.

Catatan: Tanda koma tidak dipakai jika induk kalimat mendahului anak kalimat.

Contoh:

– Saya akan datang kalau diundang.
– Dia mempunyai banyak teman karena rendah hati.
– Kita harus banyak membaca buku agar memiliki wawasan yang luas.

Cara 4 Menggunakan Tanda Koma

4. Tanda koma dipakai di belakang kata penghubung antar kalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun demikian.

Contoh cara penggunannya:

  • Mahasiswa itu rajin dan pintar. Oleh karena itu, dia memperoleh beasiswa di universitas luar negeri.
  • Anak itu memang suka bermain bola sejak kecil. Jadi, wajar kalau dia menjadi bintang di lapangan.
  • Orang tuanya kurang mampu. Meskipun demikian, anak-anaknya berhasil menjadi sarjana.
Cara 5 Menggunakan Tanda Koma

5. Tanda koma dipakai sebelum dan/atau sesudah kata seru, seperti o, ya, wah, aduh, atau hai, dan kata yang dipakai sebagai sapaan, seperti Bu, Dik, atau Nak.

Contoh cara penggunannya:

  • O, serius?
  • Wah, hebat sekali!
  • Hati-hati, ya, jalannya licin!
  • Nak, kapan kamu nikah?
  • Siapa namamu, Dik?
  • Dia cantik sekali, Bu.
Cara 6 Menggunakan Tanda Koma

6. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.

Contoh cara penggunannya:

  • Kata kakek saya, “Kita jangan hanya memikirkan diri sendiri dalam hidup ini.”
  • “Kita jangan hanya memikirkan diri sendiri dalam hidup ini,” kata kakek saya, “karena manusia adalah makhluk sosial.”

Catatan: Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung yang berupa kalimat tanya, kalimat perintah, atau kalimat seru dari bagian lain yang mengikutinya.

Contohnya:

– “Di mana kamu tinggal?” tanya driver ojek online.
– “Masuk ke dalam rumah sekarang!” perintah Ibu.
– “Wow, indahnya pemandangan!” seru turis itu.

Cara 7 Menggunakan Tanda Koma

7. Tanda koma dipakai di antara (jika ditulis berurutan):

  1. Nama dan alamat.
  2. Bagian-bagian alamat.
  3. Tempat dan tanggal.
  4. Nama tempat dan wilayah atau negeri.

Contoh cara penggunannya:

  • Sdr. Abdul Kamal, Jalan Jempol IV/16, Kelurahan Jari, Kecamatan Citayem, Jakarta 14022
  • Rekto Fakultas Kedokteran, Universitas Pendidikan Indonesia, Jalan Setiabudhi 6, Bandung
  • Magetan, 15 Februari 2018
  • Jonggol, Bogor
Cara 8 Menggunakan Tanda Koma

8. Tanda koma dipakai untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.

Contoh cara penggunannya:

  • Hakim, Abdul. 1988. Kamus Politik Nasional. Jakarta: Jauhara Media.
  • Ibrahim, Adi (Ed.) 1978. Politik Bahasa Nasional. Jilid 8. Jakarta: Koran Gratis.
  • Arif, D. dkk. 2009. Pengembangan Potensi Wisata Bahari di Wilayah Indonesia Timur. Ambon: Pena Beta.
Cara 9 Menggunakan Tanda Koma

9. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki atau catatan akhir.

Contoh cara penggunannya:

  • Sutan Takdir Alisjahbana, Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia, Jilid 1 (Jakarta: Gramedia, 1962), hlm. 5.
  • Hadikusuma Hilman, Ensiklopedi Hukum Adat dan Adat Budaya Indonesia (Bandung: Alumni, 1997), hlm. 212.
  • W.J.S. Poerwadarminta, Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang (Jogjakarta: UP Indonesia, 1979), hlm. 40.
Cara 10 Menggunakan Tanda Koma

10. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan singkatan gelar akademis yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.

Contoh cara penggunannya:

  • B. Lubis, S.E.
  • Ny. Siti Aisyah, M.A.
  • Bambang Pamungkas, M.Hum.
  • Asep Suresep, S.H., M.H.
Cara 11 Menggunakan Tanda Koma

11. Tanda koma dipakai sebelum angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.

Contoh cara penggunannya:

  • 12,3 m
  • 65,4 kg
  • Rp100,25
  • Rp250,00
Cara 12 Menggunakan Tanda Koma

12. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan atau keterangan aposisi.

Contoh cara penggunannya:

  • Di daerah sana, misalnya, masih banyak sekali bahan tambang yang belum diolah.
  • Semua siswa, baik SMP maupun SMA, harus mengikuti kegiatan upacara.
  • Soekarno, Presiden I RI, merupakan salah seorang pendiri Gerakan Nonblok.

Bandingkan dengan keterangan pewatas yang pemakaiannya tidak diapit tanda koma!

  • 5 Siswa yang lulus dengan nilai tertinggi akan diterima di perguruan tinggi negeri itu tanpa harus melakukan tes.

Kurang nyaman untuk dibaca kan? Itulah fungsi tanda baca, agar lebih mudah memahami isi sebuah tulisan.

Cara 13 Menggunakan Tanda Koma

13. Tanda koma dapat dipakai di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat untuk menghindari salah baca/salah pengertian.

Contoh cara penggunannya:

  • Dalam pelestarian budaya, kita dapat memanfaatkan pakaian daerah.
  • Atas pengertianSaudara, kami mengucapkan terima kasih.

Bandingkan dengan:

  • Dalam pelestarian budaya kita dapat memanfaatkan pakaian daerah.
  • Atas pengertianSaudara kami mengucapkan terima kasih.
Gambar Tanda Baca Koma -korangratis.net
Gambar Tanda Baca Koma

Tanda Kurung

Ada 4 cara untuk penggunaan tanda kurung.

Cara 1 Menggunakan Tanda Kurung

1. Tanda kurung dipakai untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.

Contoh cara penggunannya:

  • Dia memperpanjang surat izin mengemudi (SIM).
  • Warga baru itu belum memiliki KTP (kartu tanda penduduk).
  • Lokakarya (workshop) itu diadakan di Manado.
Cara 2 Menggunakan Tanda Kurung

2. Tanda kurung dipakai untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian utama kalimat.

Contoh cara penggunannya:

  • Sajak Tranggono yang berjudul “Ubud” (nama tempat yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1962.
  • Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan arus perkembangan baru pasar dalam negeri.
Cara 3 Menggunakan Tanda Kurung

3. Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau kata yang keberadaannya di dalam teks dapat dimunculkan atau dihilangkan.

Contoh cara penggunannya:

  • Dia berangkat ke kantor selalu menaiki (bus) Transjakarta.
  • Pesepak bola kenamaan itu berasal dari (Kota) Padang.
Cara 4 Menggunakan Tanda Kurung

4. Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau angka yang digunakan sebagai penanda pemerincian.

Contoh cara penggunannya:

  • Faktor produksi menyangkut:
    – bahan baku
     biaya produksi
    – tenaga kerja.
  • Dia harus melengkapi berkas lamarannya dengan melampirkan
    (1) akta kelahiran,
    (2) ijazah terakhir, dan
    (3) surat keterangan kesehatan.
Gambar Tanda Baca Kurung-korangratis.net
Gambar Tanda Baca

Tanda Petik

Ada 3 cara untuk penggunaan tanda petik.

Cara 1 Menggunakan Tanda Petik

1. Tanda petik dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain.

Contoh cara penggunannya:

  • “Merdeka atau mati!” seru Bung Tomo dalam pidatonya.
  • “Kerjakan tugas ini sekarang!” perintah atasannya. “Besok akan dibahas dalam rapat.”
  • Menurut Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, “Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan.”
Cara 2 Menggunakan Tanda Petik

2. Tanda petik dipakai untuk mengapit judul sajak, lagu, film, sinetron, artikel, naskah, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.

Contoh cara penggunannya:

  • Sajak “Pahlawanku” terdapat pada halaman 125 buku itu.
  • Marilah kita menyanyikan lagu “Maju Tak Gentar”!
  • Film “Ainun dan Habibie” merupakan kisah nyata yang diangkat dari sebuah novel.
  • Saya sedang membaca “Peningkatan Mutu Daya Ungkap Bahasa Indonesia” dalam buku Bahasa Indonesia Menuju Masyarakat Madani.
  • Makalah “Pembentukan Insan Cerdas Kompetitif” menarik perhatian peserta seminar.
  • Perhatikan “Pemakaian Tanda Baca” dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.
Cara 3 Menggunakan Tanda Petik

3. Tanda petik dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.

Contoh cara penggunannya:

  • “Tetikus” komputer ini sudah tidak berfungsi.
  • Dilarang memberikan “amplop” kepada petugas!
Gambar Tanda Baca Petik-korangratis.net
Gambar Tanda Baca Petik

Baca Juga: kalimat aktif dan pasif

Tanda Seru

Tanda seru dipakai untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau emosi yang kuat.

Cara Menggunakan Tanda Seru

Contoh cara penggunannya:

  • Alangkah indahnya taman laut di Bunaken!
  • Mari kita dukung Gerakan Cinta Bahasa Indonesia!
  • Bayarlah pajak tepat pada waktunya!
  • Masa! Dia bersikap seperti itu?
  • Merdeka!
Gambar Tanda Baca Seru-korangratis.net
Gambar Tanda Baca Seru

Tanda Tanya

Ada 2 cara untuk penggunaan tanda tanya.

Cara 1 Menggunakan Tanda Tanya

1. Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya.

Contoh cara penggunannya:

  • Kapan Hari Pendidikan Nasional diperingati?
  • Siapa pencipta lagu “Indonesia Raya”?
Cara 2 Menggunakan Tanda Tanya

2. Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.

Contoh cara penggunannya:

  • Monumen Nasional mulai dibangun pada tahun 1961 (?).
  • Di Indonesia terdapat 740 (?) bahasa daerah.
Gambar Tanda Baca Tanya -korangratis.net
Gambar Tanda Baca Tanya

Tanda Hubung

 Ada 7 cara untuk penggunaan tanda hubung.
Cara 1 Menggunakan Tanda Hubung

1. Tanda hubung dipakai untuk menandai bagian kata yang terpenggal oleh pergantian baris.

Contoh cara penggunannya:

  • Di samping cara lama, diterapkan juga ca-
    ra baru ….
  • Nelayan pesisir itu berhasil membudidayakan rum-
    put laut.
  • Kini ada cara yang baru untuk meng-
    ukur panas.
  • Parut jenis ini memudahkan kita me-
    ngukur kelapa.
Cara 2 Menggunakan Tanda Hubung

2. Tanda hubung dipakai untuk menyambung unsur kata ulang.

Contoh cara penggunannya:

  • anak-anak
  • berulang-ulang
  • kemerah-merahan
  • mengorek-ngorek
Cara 3 Menggunakan Tanda Hubung

3. Tanda hubung dipakai untuk menyambung tanggal, bulan, dan tahun yang dinyatakan dengan angka atau menyambung huruf dalam kata yang dieja satu-satu.

Contoh cara penggunannya:

  • 11-11-2013
  • p-a-n-i-t-i-a
Cara 4 Menggunakan Tanda Hubung

4. Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas hubungan bagian kata atau ungkapan.

Contoh cara penggunannya:

No Yang Benar Bandingkan dengan yang Ini
1 ber-evolusi be-revolusi
2 meng-ukur me-ngukur
3 dua-puluh-lima ribuan (25 x 1.000) dua-puluh lima-ribuan (20 x 5.000)
4 23/25 (dua-puluh-tiga perdua-puluh-lima) 20 3/25 (dua-puluh tiga perdua-puluh-lima)
5 mesin hitung-tangan mesin-hitung tangan
Cara 5 Menggunakan Tanda Hubung

5. Tanda hubung dipakai untuk merangkai

Contoh cara penggunannya:

  • se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital (se-Indonesia, se-Jawa Barat)
  • ke- dengan angka (peringkat ke-2)
  • angka dengan –an (tahun 1950-an)
  • kata atau imbuhan dengan singkatan yang berupa huruf kapital (hari-H, sinar-X, ber-KTP, di-SK-kan);
  • kata dengan kata ganti Tuhan (ciptaan-Nya, atas rahmat-Mu)
  • huruf dan angka (D-3, S-1, S-2)
  • kata ganti -ku-mu, dan -nya dengan singkatan yang berupa huruf kapital (KTP-mu, SIM-nya, STNK-ku)
  • Catatan: Tanda hubung tidak dipakai di antara huruf dan angka jika angka tersebut melambangkan jumlah huruf.
  • Contoh:
  • – BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia)
    – LP3I (Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia)
    – P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan)
  • 6. Tanda hubung dipakai untuk merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa daerah atau bahasa asing.
  • Contoh cara penggunannya:
  • di-sowan-i (bahasa Jawa, ‘didatangi’)
  • ber-pariban (bahasa Batak, ‘bersaudara sepupu’)
  • di-back up
  • me-recall
  • pen-tackle-an
  • 7. Tanda hubung digunakan untuk menandai bentuk terikat yang menjadi objek bahasan.
  • Contoh cara penggunannya:
  • Kata pasca- berasal dari bahasa Sanskerta.
  • Akhiran -isasi pada kata betonisasi sebaiknya diubah menjadi pembetonan.
  • Gambar Tanda Baca Hubung-korangratis.net
    Gambar Tanda Baca Hubung

Tanda Titik Koma

Ada 3 cara untuk penggunaan tanda titik koma.

Cara 1 Menggunakan Tanda Koma

1. Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang lain di dalam kalimat majemuk.

Contoh cara penggunannya:

  • Hari sudah malam; anak-anak masih membaca buku.
  • Ayah menyelesaikan pekerjaan; Ibu menulis makalah; Adik membaca cerita pendek.
Cara 2 Menggunakan Tanda Koma

2. Tanda titik koma dipakai pada akhir perincian yang berupa klausa.

Contoh cara penggunannya:

Syarat penerimaan pegawai di lembaga ini adalah
(1) berkewarganegaraan Indonesia;
(2) berijazah sarjana S-1;
(3) berbadan sehat; dan
(4) bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Cara 3 Menggunakan Tanda Koma

3. Tanda titik koma dipakai untuk memisahkan bagian-bagian pemerincian dalam kalimat yang sudah menggunakan tanda koma.

Contoh cara penggunannya:

  • Ibu membeli buku, pensil, dan tinta; baju, celana, dan kaus; pisang, apel, dan jeruk.
  • Agenda rapat ini meliputi
    a. pemilihan ketua, sekretaris, dan bendahara;
    b. penyusunan anggaran dasar, anggaran rumah tangga, dan program kerja; dan
    c. pendataan anggota, dokumentasi, dan aset organisasi.
Gambar Tanda Baca Titik Koma-korangratis.net
Gambar Tanda Baca Titik Koma

Tanda Titik Dua

Ada 5 cara untuk penggunaan tanda titik dua.

Cara 1 Menggunakan Tanda Titik Dua

1. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti pemerincian atau penjelasan.

Contoh cara penggunannya:

  • Mereka memerlukan perabot rumah tangga: kursi, meja, dan lemari.
  • Hanya ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan: hidup atau mati.
Cara 2 Menggunakan Tanda Titik Dua

2. Tanda titik dua tidak dipakai jika perincian atau penjelasan itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.

Contoh cara penggunannya:

  • Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari.
  • Tahap penelitian yang harus dilakukan meliputi
    a. persiapan,
    b. pengumpulan data,
    c. pengolahan data, dan
    d. pelaporan.
Cara 3 Menggunakan Tanda Titik Dua

3. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.

Contoh cara penggunannya:

  • Ketua : Ahmad Wijaya
    Sekretaris : Siti Aryani
    Bendahara : Aulia Arimbi
  • Narasumber : Prof. Dr. Rahmat Effendi
    Pemandu : Abdul Gani, M.Hum.
    Pencatat : Sri Astuti Amelia, S.Pd.
Cara 4 Menggunakan Tanda Titik Dua

4. Tanda titik dua dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.

Contoh cara penggunannya:

  • Ibu : “Bawa koper ini, Nak!”
    Amir : “Baik, Bu.”
    Ibu : “Jangan lupa, letakkan baik-baik!”
Cara 5 Menggunakan Tanda Titik Dua

5. Tanda titik dua dipakai di antara:

– jilid atau nomor dan halaman.

– surah dan ayat dalam kitab suci.

– judul dan anak judul suatu karangan.

– nama kota dan penerbit dalam daftar pustaka.

Contoh cara penggunannya:

  • Horison, XLIII, No. 8/2008: 8
  • Surah Albaqarah: 2—5
  • Matius 2: 1—3
  • Dari Pemburu ke Terapeutik: Antologi Cerpen Nusantara
  • Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Jakarta: Pusat Bahasa.
Gambar Tanda Baca Titik Dua -korangratis.net
Gambar Tanda Baca Titik Dua

Baca Juga: Jenis-jenis rumus segitiga

3 Format Penulisan

Selain tanda baca, ada juga format penulisan yang cukup membantu untuk keperluan penulisan kalimat.

Cetak Tebal (bold)

Cetak Tebal (Bold) untuk menekankan kata atau frase yang telah menjadi pembicaraan.

Contoh: Komodo adalah reptil terbesar yang hidup di sungai dan rawa-rawa.

Gambar Format Penulisan Cetak Tebal (BOLD) -korangratis.net
Gambar Format Penulisan Cetak Tebal (BOLD)

Cetak Miring (italics)

Cetak Miring yang merupakan penyerapan luar bahasa baku yang digunakan.

Contoh: Pada saat pemilihan, banyak calon yang sowan ulama. Kata sowan diserap dari bahasa Jawa.

Gambar Format Penulisan Cetak Miring (Italics) -korangratis.net
Gambar Format Penulisan Cetak Miring (Italics)

Garis Bawah (underline)

Garis Bawah, fungsi yang sama seperti cetak tebal dan cetak miring, tapi untuk saat ini, intinya adalah tidak digunakan begitu jelas.

Gambar Format Penulisan Cetak Tebal (Underline)-korangratis.net
Gambar Format Penulisan Cetak Tebal (Underline)

Contoh Tanda Baca

Dan berikut ini adalah website-website yang menggunakan tanda baca dengan baik dan benar. Sehingga membuat pembaca menjadi nyaman, juga mudah untuk memahami isi kandungann tulisan tersebut.

  1. id.wikihow.com
  2. hipwee.com
  3. vatih.com
  4. penerbitdeepublish.com
  5. studiobelajar.com
  6. hariansejarah.id

Begitulah pembahasan sekitar tanda baca kali ini, semoga menambah pengetahuan kita. Terimakasih.

Yakin Ngga Mau Komen?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: