√ Qada dan Qadar Lengkap! Dalil, Pengertian, Perbedaan, Contoh, Hikmah +Macam Macam Takdir

Qada dan qadar, merupakan rukun iman yang ke-6 (terakhir). Maka iman kepada qada dan qadar adalah suatu hal yang amat penting bagi kita. Agar dapat mengimani qada dan qadar, kita harus mengetahui dulu tentang apa itu qada dan qadar itu. Oleh karenanya, pada kesempatan kali ini kita akan mengupas tuntas tentang qada dan qadar itu secara lengkap. Dari dalil, pengertian, perbedaan qada dan qadar, sampai contoh dan hikmahnya. Juga macam macam takdir.

Arti dan Pengerian Qada dan Qadar

Bedasarkan bahasa, qada mempunyai beberapa makna arti. Arti qada yaitu bisa bermakna perintah, kehendak, pemberitahuan, penciptaan, ketepatan, kepastian dan juga bisa bermakna hukum. Dan qadar bedasarkan bahasa juga mempunyai beberapa makna arti, yaitu peraturan, kepastian dan ukuran.

Berikut ini adalah beberapa arti qada dan qadar dalam Al Quran.

Arti Qada dalam Al Quran:

  1. Surat An- Nisa’, ayat 65 > keputusan  atau hukum.
  2. Surat Fussilat, ayat 12 > menjadikan atau mewujudkan.
  3. Surat Ali Imron, ayat 47 > kehendak.
  4. Surat Al- Isra’, ayat 23 > perintah.

Arti Qadar dalam Al Quran:

  1. Surat Fussilat, ayat 10 > mengatur/menentukan sesuatu menurut batas-batasnya.
  2. Surat Ar- Ra’du, ayat 17 > ukuran.
  3. Surat Al- Baqarah, ayat 236 > kemampuan atau kekuasaan .
  4. Surat Al- Mursalat, ayat 23 > kepastian atau ketentuan.

Sedangkan bedasarkan istilah, qada ialah ketepatan/ketentuan dari Allah SWT sejak zaman azali tentang segalanya yang kaitan dengan makhluk Allah SWT sesuai dengan kehendak-Nya, meliputi baik dan buruk, hidup dan mati, dan seterusnya.

Sedangkan menurut istilah, qadar adalah perwujudan dari qadha. Qadar disebut juga dengan takdir Allah SWT yang berlaku bagi semua makhluk-Nya yang hidup, baik yang telah terjadi, sedang terjadi, maupun akan atau belul terjadi.

Gambar Arti dan Pengertian Qada dan Qadar
Gambar Arti dan Pengertian Qada dan Qadar. -materimapel

Hubungan Qada dan Qadar

Hubungan qada dan qadar, keduanya ini memiliki hubungan yang saling terikat dan tidak dapat dipisahkan karena merupakan satu kesatuan. Hal ini disebabkan karena qada diibaratkan rencana, sedangkan qadar sebagai perwujudan atau kenyataannya yang terjadi. Dalam Surat Al- Hijr, ayat 21. Yang berisi, bahwa Allah SWT sesuai dengan kehendak-Nya dalam melakukan qadar-Nya.

Gambar Dalil, Hubungan Qada dan Qadar, Surat Al Hijr Ayat 21
Gambar Dalil Qada dan Qadar, Surat Al Hijr Ayat 21.

Bahkan di dalam rukun iman (klik untuk selengkapnya), qada dan qadar menjadi satu poin. Tepatnya rukun iman ke-6 (terakhir), yaitu iman kepada qada dan qadar.

Artikel Terkait: sifat sifat allah

Persaman dan Perbedaan Qada dan Qadar

Meskipun seperti yang tadi sudah dijelaskan, bahwa qada dan qadar memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan. Tetapi ada juga persamaan dan perbedaan qada dan qadar yang berada didalam keduanya.

Berikut ini adalah pesamaan dan perbedaan qada dan qadar.

Perbedaan Qada dan Qadar

Perbedan qada dan qadar. Qada ialah kehendak Allah SWT dalam memenuhi suatu takdir yang ketika di tengah jalan masih dapat diubah. Sedangkan, qadar ialah takdir yang sudah dipastikan ketentuannya atau tidak dapat berubah lagi.

Jadi, secara singkat inti dari perbedaan qada dan qadar yaitu, qada takdir yang masih bisa diubah, sedangkan qadar tidak.

Baca Juga: perbedaan nabi dan rasul

Persamaan Qada Dan Qadar

A. Qada dan Qadar Menentukan Kehidupan Tiap Manusia Atas Kehendak Allah SWT

Sesuai penjelasan artinya, qada dan qadar merupakan takdir manusia yang tak terelakkan. Sejak lahir hingga ajal menjemput, lika-liku kehidupan kita yang kita pikir merupakan pilihan dan kerja keras kita sendiri, bahwa kita bahagia atau menderita selama hidup, sesungguhnya telah diketahui oleh Yang Mahakuasa sebelum segala sesuatunya terjadi. Baik qada maupun qadar, Allah membimbing kita untuk berjalan di atas suratan takdir kita sendiri.

B. Qada dan qadar disetarakan dan disebut bersama dalam rukun iman

Mengapa kita harus beriman kepada qada dan qadar secara bersama-sama?  Karena mustahil bagi seorang hamba untuk hanya beriman pada qada saja atau beriman pada qadar saja.

Qada merupakan kehendak Allah yang berkaitan langsung dengan qadar, ketentuan Allah yang tentu saja telah Dia tentukan sebelumnya. Dengan beriman kepada qada dan qadar, kita akan merasakan kebesaran Allah yang tak dapat kita pungkiri, yaitu keputusan-Nya atas seluruh kehidupan kita. Kita akan merasa kecil dan tak berdaya.

Namun, dengan kasih-Nya, Allah menyuruh kita untuk berusaha dan berdoa sehingga Dia bisa saja berkehendak lain di jalan takdir yang kita tempuh.

Ketika kita mengerti akan kekuasaan-Nya, kita dapat berserah diri pada-Nya. Kita akan meyakini bahwa apa yang telah tertulis merupakan keputusan Allah yang paling baik untuk hamba-Nya.

Gambar Hungan, Persamaan dan Perbedaan Qadha dan Qadar
sumber: notestudent

Dalil Tentang Qada dan Qadar

Ada 2 jenis dalil, yaitu dalil naqli dan aqli. Dalil naqli adalah dalil yang diambil dari Al Quran dan hadits, adapun dalil aqli adalah dalil yang diambil dari akal yang sehat. Akal sehat membenarkan adanya kejadian di luar kehendak dan perhitungan akal manusia.

Akal sehat juga mengakui adanya peraturan, ukuran, undang-undang, sifat, serta hukum alam atau sunatullah yang berlaku bagi alam semesta, umpamanya api bersifat panas, tanah bersifat padat, atau air laut terasa asin.

Orang yang ingin pintar harus belajar, ingin kaya harus berusaha, dan ingin merdeka harus berjuang. Allah telah membuat ketentuan takdir bahwa untuk mencapai sesuatu harus dengan berusaha, sedangkan ketentuan-ketentuan itu tidak dapat diubah.

Dalil Naqli Tentang Qada dan Qadar

Banyak sekali dalil mengenai keimanan terhadap qada dan qadar, antara lain sebagai berikut.

  1. Firman Allah SWT.

قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Artinya: “Katakanlah, sesekali-sekali tidak akan menimpa kami, melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah pelindung kami dan hanya kepada Allah orang beriman harus bertawakal.” (QS. At Taubah: 51)

  1. Firman Allah SWT.

إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ

Artinya: “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (QS Al Qamar: 49)

  1. Firman Allah SWT.

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِمْ مَا تَرَكَ عَلَيْهَا مِنْ دَابَّةٍ وَلَٰكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Artinya: “Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan.  maka apabila telah tiba waktu (yang telah ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak pula mendahulukannya.” (QS An Nahl: 61)

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dikatakan bahwa telah diperintahkan kepada Malaikat Jibril supaya menulis empat perkara, yaitu rezekinya, ajalnya, amalnya, dan nasib rugi atau beruntungnya.

Dalil Aqli Tentang Qada dan Qadar

  1. Firman Allah SWT.

سُنَّةَ اللَّهِ فِي الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلُ ۖ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًا

Artinya: “Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu), dan kamu sekali-kali tidak akan mendapati perubahan pada sunah Allah.” (QS Al Ahzab: 62)

  1. Firman Allah SWT.

الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا

Artinya: “Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya),dan Dia telah menciptakan segala sesuatu dan Dia menetapkan ukurannya dengan serapi-rapinya.” (QS Al Furqan: 2)

Gambar Dalil Qada dan Qadar
sumber: myautistichild

Macam Macam Takdir

Qada dan qadar sering juga diistilahkan dengan takdir Allah. Jika kita membahas tentang takdir Allah dengan sendirinya berarti membahas tentang qada dan qadar. Demikian juga sebaliknya, pada saat membahas masalah takdir berarti membahas tentang qada dan qadar Allah Swt.

Takdir menurut bahasa berarti ketetapan. Ada yang mengartikan takdir dengan meyakini adanya ketetapan Allah yang berlaku terhadap segala makhluk-Nya, baik ketentuan yang telah, sedang, maupun yang akan terjadi. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa takdir berarti hasil perpaduan dari ketetapan, baik dalam qada maupun qadar Allah. (Ensiklopedi Islam 5. 1994. Halaman 47)

Pemahaman takdir di paragaf atas ini tentu agak berlainan dengan yang terjadi dalam masyarakat.

Sementara ini ada yang memahami takdir sekadar sebagai penyebab segala sesuatu sehingga seakan-akan takdir dipahami secara negatif. Seperti ungkapan, ”Sudah takdirnya kita bodoh, memang takdirnya kita tidak bisa bermain bagus,” dan beberapa ungkapan negatif yang lain.

Pada dasarnya ada takdir yang mutlak berada dalam kuasa Allah SWT. dan tidak bisa dielakkan. Ada juga ketentuan Allah yang dapat berubah melalui usaha atau ikhtiar makhluk dengan izin-Nya. Dengan demikian, takdir secara garis besar dapat dibagi menjadi dua macam yaitu taqdir muallaq dan takdir mubram.

Takdir Muallaq

Takdir Muallaq adalah takdir yang bergantung pada ikhtiar seseorang atau usaha menurut kemampuan yang ada pada manusia.

Seperti dijelaskan di dalam syarah kitab hadist Arba’in Nawawi, takdir muallaq merupakan takdir yang tergantung / terunda. Takdir Muallaq dikelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu ;

  1. Takdir Dalam Lauhul Mahfuzd

Yaitu takdir yang terdapat dalam lauhul mahfuzd. Takdir ini mungkin dapat berubah, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Ar-Ra’du ayat 39 yang berbunyi ;

يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ

“Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan di sisi-Nya lah Ummul Kitab (lauhul mahfuzd).

  1. Takdir yang Diikuti Sebab Akibat

Merupakan takdir yang berupa penggiringan hal-hal yang telah ditetapkan kepada waktu-waktu dan hal-hal yang telah ditentukan.

Untuk menjadi pandai, kaya, atau sehat, seseorang tidak boleh hanya duduk berpangku tangan menunggu datangnya takdir tapi ia harus berusaha. Untuk menjadi pandai kita harus belajar; untuk menjadi kaya kita harus bekerja keras dan hidup hemat; dan untuk  menjadi sehat kita harus menjaga kebersihan.

Tidak mungkin kita menjadi pandai kalau kita malas belajar atau suka membolos. Demikian juga kalau kita ingin kaya, tetapi malas bekerja dan suka hidup boros; atau kita ingin sehat, tetapi kita tidak menjaga kebersihan lingkungan, maka apa yang kita inginkan itu tak mungkin terwujud.

Orang yang meyakini takdir Allah SWT, tidak boleh pasrah begitu saja kepada nasib karena Allah SWT memberikan akal yang bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Allah SWT juga memberikan tubuh dalam bentuk sebaik-baiknya untuk digunakan sarana berusaha.

Takdir Mubram

Takdir mubram adalah takdir yang pasti terjadi dan tidak dapat untuk dielakkan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dan manusia tidak mempunyai kesempatan untuk memili atau mengubahnya.

Contoh takdir mubram antara lain : jenis kelamin seseorang, usia manusia, peredaran matahari, bulan, dan planet-planet menurut kehendak Allah, dan lain sebagainya.

Seperti dijelaskan dalam syarah kitab Hadist Arba’in Nawawi, takdir mubram (tetap) dikelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu:

  1. Takdir Dalam Ilmu Allah SWT

Takdir ini tidak mungkin dapat berubah, sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda;

tiada  Allah mencelakakan kecuali orang celaka, (yaitu orang yang telah ditetapkan dalam ilmu Allah ta’ala bahwa dia adalah orang celaka)”

  1. Takdir Dalam Kandungan

Takdir dalam kandungan, yaitu malaikat diperintahkan untuk mencatat rizki, umur, amal, dan celaka atau bahagia kah bayi yang ada dalam kandungan tersebut. Maka takdir ini termasuk dalam takdir yang tidak dapat dirubah yang telah digariskan dalam tubuh sang jabang bayi. Sesuai  hadist Nabi Muhammad SAW, yang artinya:

Dari Abu ‘Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anh, dia berkata :
bahwa Rasulullah telah bersabda,

“Sesungguhnya tiap-tiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nutfah, kemudian menjadi ‘Alaqoh (segumpal darah) selama itu juga lalu menjadi Mudhghoh (segumpal daging) selama itu juga, kemudian diutuslah Malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya lalu diperintahkan untuk menuliskan 4 kata : Rizki, Ajal, Amal dan Celaka/bahagianya.

Maka demi Alloh yang tiada Tuhan selainnya, ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja.

kemudian ia didahului oleh ketetapan Alloh lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka.

Ada diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja.

kemudian ia didahului oleh ketetapan Alloh lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga.

[Bukhari no. 3208, Muslim no. 2643]

Gambar Macam Macam Takdir
sumber: mutimmah

Iman Kepada Qada dan Qadar

Manusia diciptakan oleh Allah dalam keadaan yang berbeda satu sama lain, ada laki-laki dan perempuan, ada yang berambut lurus dan keriting, berkulit putih dan hitam, ada yang pintar dan tidak. Semua merupakan hak Allah SWT yang sering kita sebut dengan takdir. Iman kepada qada dan qadar merupakan rukun iman yang ke 6 yang harus kita yakini.

Orang Lain Juga Membaca:

> perbedan zakat san sedekah

> perbedaan zakat fitrah dan zakat mal

Pengertian Iman Kepada Qada dan Qadar

Pengertian iman kepada qada dan qadar, yaitu yakin (percaya) dalam hati sepenuhnya bahwa Allah SWT telah menentukan segala sesuatu yang akan terjadi untuk mahluknya (qada dan qadar ).

Setiap manusia , telah di ciptakan dengan ketentuan – ketentuan dan telah di atur nasibnya sejak zaman azali .Akan tetapi bukan berarti kita sebagai manusia bermalas – malasan menunggu nasib tanpa berusaha / berikhtiar .Karena sebuah keberhasilan tidak akan tercapai tanpa adanya usaha .

Hadist tentang qada dan qadar :

Gambar Hadits Tentang Qada dan Qadar
Gambar Hadits Tentang Qada dan Qadar

Contoh Qada dan Qadar

Bejo merupakan murid yang cerdas, dia jarang belajar. Bejo belajar hanya beberapa menit sebelum ulangan dimulai. Ketika menerima hasil ulangan, bejo mendapat nilai yang bagus.

Saat kelas 7 SMP Arul adalah murid yang mempunyai prestasi biasa saja. Tetapi karena ketekunan dan usaha nya, dia bisa mengejar teman-temannya. Sehingga saat ujian akhir sekolah Arul menjadi murid yang terbaik.

Suparjo berusia 14 tahun, sekarang dia duduk di kelas 8. Kehidupan Suparjo jika berdasarkan usia hidup rata-rata penduduk Indonesia yaitu sekitar 64 tahun. Tetapi menginjak usia 15 suparjo sakit keras, berbagai pengobatan telah dijalani, tetapi akhirnya suparjo meninggal dunia.

Atau contoh-contoh sepeti dibawah ini:

  1. Matahari terbit pada siang hari, dan bulan serta bintang tampak pada malam hari.
  2. Kapan laut pasang dan surut.
  3. Setiap makhluk pasti mati.
  4. Menetapkan berjenis kelamin laki-laki atau perempuan.
  5. Hari kiamat.
  6. Menetapkan seseorang lahir.
  7. Orang yang bodoh bisa pandai jika giat belajar dan berdoa kepada Allah
  8. Orang miskin yang sungguh-sungguh berikhtiar disertai doa bisa menjadi orang kaya

Setelah mengetahui pengertian, dalil, fungsi, hikmah beriman kepada qada dan qadar, semoga bisa menambah keyakinan kita kepada ketetapan Allah SWT sehingga kita bisa menerima apa adanya ketentuan yang telah ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa. Apabila ada kesalahan dalam penulisan atau penyampaian Yuksinau.id, silahkan sampaikan lewat pesan komentar dibawah.

Gambar Contoh Iman Kepada Qada dan Qadar
Gambar Contoh Iman Kepada Qada dan Qadar. -ceramahmotivasi

Fungsi dan Hikmah Beriman Kepada Qada dan Qadar

Fungsi iman kepada qada dan qadar:

No Fungsi Dalil
1 Mendekatkan diri kepada Allah SWT Q.S. Al Hadid ayat 22
2 Mendidik manusia untuk senantiasa berusaha / ikhtiar Q.S. Ar Ra’du ayat 11 dan An Najm ayat 39 – 42
3 Mendidik manusia untuk senantiasa sabar dan tawakal Q.S. Al  Baqarah ayat 155 – 156

dan Ali Imran ayat 159

4 Mendidik manusia untuk tidak besikap sombong / takabur Q.S. Lukman ayat 18

Hikmah iman kepada qada dan qadar:

  1. Melatih diri untuk lebih bersyukur kepada Allah swt.
  2. Mendekatkan diri kepada Allah swt.
  3. Melatih seseorang menjadi orang yang giat berusaha dan tidak cepat putus asa.
  4. Menghindarkan dari sifat sombong.
  5. Menenangkan jiwa.
  6. Membiasakan diri untuk bersabar dan bertawakal kepada Allah swt.

Artikel populer:

> Kumpulan doa mustajab

> doa iftitah

Itulah tadi seputar tentang qada dan qadar itu secara lengkap. Dari dalil, pengertian, perbedaan qada dan qadar, sampai contoh dan hikmahnya. Juga macam macam takdir. Semoga setelah membaca ini iman kita kepada allah, dan kepada takdir takdirnya semakin meningkat. Jangan lupa share kepada keluarga dan sahabat kita, aga kita bisa berkumpul kembali di surga kelak. Wallahualam bissawab.

Yakin Ngga Mau Komen?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: