Kalimat Tunggal dan Majemuk (Setara, Bertingkat, Campuran) +Contohnya!

Pada dasarnya kalimat terbagi menjadi dua jenis, bedasarkan kalusanya. Yaitu kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas tentang kalimat tunggal. Biar lengkap, maka kali ini kita akan membahas juga tentang pasangan tunggal, yaitu majemuk. Di bawah ini kita akan menguraikan jenis-jenis tunggal dan majemuk beserta contohnya.

Pengetian Kalimat

Yang namanya Kalimat, biasanya di sekolah selalu berkaitan dengan mata pelajaran bahasa Indonesia. Pada suatu kalimat tentunya terdapat unsur-unsur atau lebih dikenal dengan sebutan pola, dan memiliki jenis-jenis. Nah,.. pada kesempatan kali ini kami akan memberikan sedikit penjelasan tentang definisi kalimat, yang dilengkapi dengan contohnya maupun penjelasan lainnya yang berkaitan.

Yang dimaksud Kalimat adalah gabungan dua kata ataupun lebih, baik itu dalam bentuk lisan maupun tulisan yang disusun sesuai pola tertentu sehingga memiliki arti. Kalimat yang baik dan benar tentunya memiliki ciri-ciri tertentu, yaitu mengandung unsur-unsur seperti S (Subjek), P (Predikat), O (Objek), dan K (Keterangan), atau disingkat menjadi pola S-P-O-K.

Gambar Pengertian Kalimat
sumber: pixabay

Baca Juga: Pengertian teori atom

Kalimat Tunggal

Kalimat Tunggal Adalah

Sebelumnya Anda pasti sudah mengetahui pengertian dari kalimat. Yap, kalimat adalah rangkaian kata yang tersusun dan membentuk suatu gagasan atau peristiwa. Nah, kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya memiliki satu gagasan, peristiwa, kejadiaan saja di dalamnya.

Dengan kata lain, kalimat tunggal hanya terdiri dari satu struktur penyusun kalimat yang minimal hanya terdiri dari subjek (S), dan Predikat. Namun, ada kalanya kalimat tunggal juga membutuhkan unsur objek (O), pelengkap (pel), dan keterangan (k).

Ciri-Ciri Kalimat Tunggal

Berdasarkan penjelasan mengenai kalimat tunggal di atas , maka suatu kalimat disebut dengan kalimat tunggal jika memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut ini:

  • Kalimat tunggal hanya memiliki satu peristiwa pokok. Dengan kata lain, kalimat tunggal hanya menjelaskan atau menyampaikan satu peristiwa di dalamnya.

Contoh:

• Adik makan. (Kalimat tunggal)
• Adik makan dan minum. (majemuk)

  • Kalimat tunggal hanya memiliki satu struktur penyusun kalimat saja. Apakah itu, S P, S P O, atau S P O K, dengan kata lain tidak ada dua unsur yang sama di dalam kalimat.

Contoh:

• Budi pergi ke sekolah sedangkan Andi ke pasar.  (majemuk)
• S      P         K          C.             S                 K

  • Kalimat tunggal tidak pernah menggunakan kata konjungsi atau tanda baca koma di dalamnya.

Contoh:

• Andi anak yang pintar.   (Kalimat tunggal)
• Andi anak yang pintar dan rajin.   (majemuk)

Gambar Tunggal
sumber: pixabay

5 Jenis Kalimat Tunggal

Berdasarkan predikatnya, ada beberapa jenis kalimat tunggal, yaitu kalimat tunggal nominal, adjektiva, verbal, numerial, dan prepositional. Berikut ini adalah penjelasannya:

Kalimat Nominal

Kalimat nominal adalah kalimat tunggal yang predikatnya merupakan kata benda.

Contohnya:

  • Ayahku seorang tentara

S = Ayah
P= Seorang tentara  (kata benda)

Contoh lainnya:

  • Adikku anak yang manja.
  • Dika adalah guru olahraga di SMAN 1 Tanjung Bintang.
  • Kotak merah itu tempat penyimpanan barang berharga.
  • Suara itu adalah suara kucing.

Kalimat Adjektiva

Kalimat adjektiva adalah kalimat tunggal yang predikatnya merupakan kata sifat.

Contohnya:

  • Dewi sangat baik kepada semua orang.

S : Dewi
P : Sangat baik  (kata sifat)
K : Kepada semua orang.

Contoh lainnya:

  • Shinta sangat cantik.
  • Dika ramah kepada semua orang.
  • Gambar itu seram sekali.
  • Rumah Anton luas.

Bangunan itu tinggi sekali.

Kalimat Verbal

Kalimat verbal adalah kalimat tunggal yang predikatny adalah kata kerja.

Contohnya:

  • Andi mengerjakan tugasnya dengan serius.

S : Andi

Contoh lainnya:

  • Adik menangis dengan sangat keras.
  • Budi pergi ke sekolah.
  • Anita sedang membuat kueh.
  • Harimau mengintai mangasnya.
  • Mobil itu melaju dengan kencang.

Kalimat Numerial

Kalimat numerial adalah kalimat tunggal yang predikatnya berupa kata bilangan.

Contohnya:

  • Lama pembangunan itu bertahun-tahun.

S : Lama pembagunan itu
P  : Bertahun-tahun

Contoh lainnya:

  • Perjalananya berhari-hari untuk sampai di sini.
  • Waktunya berjam-jam untuk menyelesaikan tugas itu.

Kalimat Prepositional

Kalimat prepositional adalah kalimat tunggal yang predikatnya merupakan kata depan atau preposisi.

Contohnya:

  • Jam itu di atas meja kerja ayah.

S : Jam itu
P : di atas

Contoh lainnya:

  • Pegawai baru itu dari kota Surabaya.
  • Sepatuku di bawah lemari pakaian.
  • Aku ke rumah Budi hari ini.
Gambar Jalimat Tunggal
sumber: pixabay

Baca Juga: kalimat aktif dan pasif

Kalimat Majemuk

Kalimat Majemuk Adalah

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kalimat memiliki 3 pengertian, yaitu :
(1) kesatuan ujar yang mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan;
(2) perkataan;
(3) satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa.

Sedangkan pengertian majemuk menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah:
(1) terdiri atas beberapa bagian yang merupakan kesatuan;
(2) mengenai penambahan bunga kepada pokok berdasarkan waktu dengan tujuan mendapatkan dasar baru untuk menghitung bunga berikutnya.

Maka, pengertian majemuk menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih yang dipadukan menjadi satu.

3 jenis Kalimat Majemuk

Kalimat Majemuk Setara (Koordinatif)

Majemuk setara adalah kalimat yang merupakan gabungan dari dua atau lebih klausa yang kedudukannya setara/sederajat.

Berdasarkan pola kalimatnya, majemuk setara terbagi atas 3 jenis. Berikut penjelansan dan contoh kalimat majemuk setara:

  1. Majemuk Setara Sejalan : majemuk yang terdiri dari beberapa kalimat tunggal dengan kondisi atau situasi yang sama.
    Contoh : Ayah berangkat ke kantor, Ibu pergi ke pasar sedangkan kakak berangkat kuliah.
  2. Majemuk Setara Berlawanan : majemuk yang terdiri dari beberapa kalimat dengan kondisi atau situasi berlawanan antara satu sama lain.
    Contoh : Meski kelihatannya cuek, tetapi dia adalah orang yang sangat perhatian.
  3. Majemuk Setara Sebab Akibat : majemuk yang terdiri dari beberapa kalimat, dimana salah satu kalimat menyatakan sebab sedangkan yang lainnya menyatakan akibat.
    Contoh : Aku tak bisa pergi ke rumahmu kemarin karena hujannya sangat deras.

Berdasarkan kata hubung yang digunakan, majemuk setara terbagi menjadi 5 jenis, yakni :

  1. Majemuk setara penjumlahan atau penggabungan (kata hubung : dan)
    Contoh : Di rumah aku bertugas menyapu rumah dan mencuci piring.
  2. Majemuk setara penegasan/penguatan (kata hubung : bahkan)
    Contoh : Jangankan merawat ketika sakit bahkan kau tak pernah menanyakan kabar mereka sekalipun.
  3. Majemuk setara pemilihan (kata hubung : atau)
    Contoh : Kau bisa memilih dimana kau ingin melanjutkan pendidikanmu, di dalam negeri atau di luar negeri.
  4. Majemuk pertentangan (kata hubung : tetapi, melainkan)
    Contoh : Aku tidak menyukai tetapi juga tidak membencinya.
  5. Majemuk urutan waktu (kata hubung : kemudian, lalu, lantas)
    Contoh : Tunggu sampai air mendidih, kemudian masukkan semua bumbu yang telah ditumis sebelumnya.

Kalimat Majemuk Rapatan

Majemuk rapatan adalah kalimat yang merupakan gabungan dua atau lebih klausa/kalimat tunggal yang dirapatkan penggunaan dan penulisan bagian yang sama yang terdapat pada beberapa kalimat tunggal tersebut. Bagian dari kalimat yang mengalami perapatan dapat terjadi pada subjek, predikat maupun objek.

Perapatan biasanya dilakukan dengan cara hanya menyebutkan atau menuliskan sebanyak satu kali subjek/predikat/objek yang sama dari beberapa kalimat tunggal tersebut.

Berdasarkan bagian dari pola kalimat yang dilakukan rapatan, majemuk rapatan terbagi menjadi 3 jenis, yaitu :

  1. Majemuk rapatan subjek
  2. Majemuk rapatan predikat
  3. Majemuk rapatan objek
Contoh Kalimat Majemuk Rapatan

Untuk lebih jelas mengenai majemuk rapatan, perhatikan contoh berikut ini :

  • Ani seorang karyawan swasta.
    Ani seorang penulis novel.
  • Ani adalah seorang karyawan swasta dan penulis novel.
  • Aku menyukai serial Upin Ipin.
    Diah menyukai serial Upin Ipin.
  • Aku dan Diah menyukai serial Upin Ipin.

Kalimat Majemuk Bertingkat

Majemuk bertingkat adalah kalimat yang merupakan gabungan dua atau lebih kalimat tunggal yang memiliki perbedaan kedudukan.

Berdasarkan kata hubung (konjungsi) yang digunakan, majemuk bertingkat terbagi menjadi 10 jenis, yaitu sebagai berikut :

  1. Majemuk bertingkat menyatakan syarat (kata hubung : jika, kalau, manakala, andaikata, asalkan)
  2. Majemuk bertingkat menyatakan tujuan (kata hubung : agar, supaya, biar)
  3. Majemuk bertingkat menyatakan perlawanan/konsesif (kata hubung : walaupun, kendatipun, biarpun, meskipun)
  4. Majemuk bertingkat menyatakan sebab/penyebab (kata hubung : sebab, karena, oleh karena)
  5. Majemuk bertingkat menyatakan akibat (kata hubung : maka, sehingga)
  6. Majemuk bertingkat menyatakan cara (kata hubung : dengan, tanpa)
  7. Majemuk bertingkat menyatakan alat (kata hubung : dengan, tanpa)
  8. Majemuk bertingkat menyatakan perbandingan (kata hubung : seperti, bagaikan, alih-alih)
  9. Majemuk bertingkat menyatakan penjelasan (kata hubung : bahwa)
  10. Majemuk bertingkat menyatakan kenyataan (kata hubung : padahal)
Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat

Untuk lebih jelas mengenai majemuk bertingkat, perhatikan contoh berikut ini :

  • Kau pasti bisa menjadi anak yang pandai, asalkan kau rajin belajar.
  • Aku sengaja pulang bekerja lebih awal hari ini agar bisa menemani ibu pergi ke rumah sakit.
  • Penggalangan dana itu terpaksa dihentikan karena terjadi kebakaran di gedung tersebut.
  • Dia selalu menyembunyikan kenyataan bahwa dia adalah anak dari pemilik yayasan ini.
  • Dalam kehidupan sehari-hari Roni bersikap seperti gelandangan dan tuna susila padahal sebenarnya dia adalah pengusaha.

Kalimat Majemuk Campuran (Koordinatif – Subordinatif)

majemuk campuran adalah kalimat yang merupakan gabungan dari majemuk setara dan kalimat bertingkat. Pada majemuk campuran minimal terdiri dari tiga kalimat tunggal.

  • Berdasarkan predikatnya, majemuk campuran terbagi menjadi 2 jenis, antara lain :
  1. Kalimat verbal : majemuk campuran yang predikatnya terdiri dari kata kerja.
    Contoh : Ibu memasak.
  2. Kalimat nominal : majemuk campuran yang predikatnya terdiri dari kata benda, keadaan, dan kata ganti.
    Contoh : Nia rajin dan disiplin.
  • Berdasarkan pengucapannya, majemuk campuran terbagi menjadi 2 jenis, yaitu :
  1. Kalimat langsung : kalimat yang menuliskan kutipan secara langsung perkataan dari seseorang dengan menggunakan tanda petik.
    Contoh : Ayah bertanya padaku, “Dimana kamu menyimpan koran minggu lalu?”
  2. Kalimat tidak langsung : kalimat yang tidak mengutip ucapan dari seseorang secara langsung.
    Contoh : Ayah bertanya padaku, dimana aku menyimpan koran minggu lalu.
Gambar Jalimat Tunggal
sumber: pixabay

Baca Juga: tanda baca

Perbedaan Kalimat Tunggal dan Majemuk

Kalimat tunggal berbeda dengan kalimat majemuk, berikut ini adalah perbedaannya:

Kalimat Tunggal Kalimat Majemuk
Memiliki satu peristiwa Ada dua peristiwa
Memiliki Struktur yang sederhana Memiliki dua buah struktur kalimat
Tidak menggunakan konjungsi Menggunakan konjungsi

Baca Juga: Perbedaan rumus segitiga


Begitulah pembahasan tentang kalimat tunggal dan majemuk, beserta contohnya. Semoga bermanfaat, Terimakasih.

Yakin Ngga Mau Komen?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: