Kalimat Aktif dan Pasif, Lengkap! (Pengertian, Jenis-Jenis, Ciri-Ciri, Contohnya).

Kalimat aktif dan pasif. Bedasarkan subjeknya kalimat terbagi menjadi 2. Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang pengertian, jenis-jenis, ciri ciri kalimat aktif dan kalimat pasif lengkap dengan contohnya. Tidak hanya itu, cara merubah kalimat pasif menjadi kalimat aktif, begitu juga sebaliknya, akan kita bahas dibawah ini.

Gambar Ciri-Ciri Kalimat Aktif dan Pasif
sumber; pixabay

Kalimat Aktif

Diatas tadi sudah dikatakan, bahwa kalimat terbagi menjadi 2 jika berdasarkan oleh subjubjeknya. Yang pertama adalah kalimat aktif, dibawah ini kita akan membahas tentak pengertian, jenis-jenis, ciri-ciri kalimat aktif lengkap dengan contohnya.

Pengertian Kalimat Aktif

Pengertian kalimat aktif adalah sebuah kalimat yang subjeknya (S) melakukan tindakan yang diungkapkan melalui predikat (P) terhadap objeknya (O).

Baca Juga: pengertian teori atom

Ciri-Ciri Kalimat Aktif

Dibawah ini adalah beberapa ciri-ciri dari kalimat aktif.

  1. Subjeknya melakukan sebuah tindakan yang langsung menuju objeknya.
  2. Diawali dengan imbuhan Me- atau Ber- pada predikatnya.
  3. Beberapa kalimat aktif membutuhkan objek.
  4. Tapi jika mendapat predikat subjek ditambah keterangan, maka tidak membutuhkan objek.
  5. Polanya selalu  S-P-O-K atau S-P-K.

Contoh :

No S P O K
1 Ibu memasak di Dapur.
2 Ayah Meminum Kopi.
3 Satpam menangkap maling jemuran kemarin malam.

Gambar Contoh Kalimat Aktif dan Pasif
sumber: pixabay

Jenis-Jenis Kalimat Aktif

Berdasarkan kelengkapan bentuk verbanya, kalimat aktif terbagi menjadi beberapa macam meliputi :

  1. Kalimat aktif yang menggunakan verba tanpa afiks atau kata kerja dasar bebas.

Verba dasar merupakan kata kerja yang berbentuk morfem dasar secara bebas.

Contoh penerapan kalimat aktif verba dasar bebas:

  • Halwa duduk di kursi tamu.
  • Hani makan jagung bakar manis di kantin.
  • Ria minum jus jeruk saat siang hari.
  • Angger pergi ke Papua untuk bertugas.
  1. Kalimat aktif yang menggunakan verba turunan.

Verba turunan adalah kata kerja yang telah mengalami afiksasi, gabungan proses, reduplikasi atau berbentuk majemuk. Berikut penjelasan kongkritnya :

A. Kalimat aktif menggunakan verba berafiks prefiks. Verba berafiks perfiks adalah kata kerja yang mendapat imbuhan pada bagian awal kata dasar, misalnya : me, ber, men, meng.

Contoh penerapannya dalam kalimat aktif :

  • Arum menggambar karikatur dari foto adiknya. (kata dasar verba ‘gambar’)
  • Bulan oktober ini para petani menabur benih padi. (kata dasar verba ‘tabur)
  • Anisa berjalan ke kampus 1 kilometer dari kosnya. (kata dasar verba ‘jalan’)

B. Kalimat aktif menggunakan verba berafiks infik. Verba berafiks infiks adalah kata kerja yang mendapat imbuhan yang disisipkan di tengah kata dasar, misalnya : em, el, in, er, ah.

Contoh  penerapannya dalam kalimat aktif :

  • Polisi menyelidiki sindikat perdagangan anak ilegal. (kata dasar verba ‘sidik’)
  • Bayi gemetar mendengar guntur. (kata dasar verba ‘getar’)
  • Kulit landak bergerigi sangat tajam. (kata dasar verba ‘gigi’)
  • Semut itu bersinambungan menuju makanan. (kata dasar verba ‘sambung’)

C. Kalimat aktif menggunakan verba berafiks konfiks. Verba berafiks konfiks adalah kata kerja yang mendapatkan imbuhan pada awal dan akhir kata dasar, misalnya ke-an, ber-an, me-kan, per-an.

Contoh penerapannya dalam kalimat aktif :

  • Putri turut meramaikan karnaval peringatan 17 Agustus. (kata dasar verba ‘ramai’)
  • Jokowi harus turut mempersatukan pertikaian yang terjadi di Papua. (kata dasar verba ‘satu’)

D. Kalimat aktif menggunakan verba berafiks sufiks. Verba berafiks sufiks adalah kata kerja yang mendapat imbuhan pada akhir kata dasar, misal -i, -nya, -man, -an, -wan, -wati.

Contoh penerapannya dalam kalimat aktif :

  • Fathur mendatangi menara setiap hari. (kata dasar verba ‘datang’)
  • Bunda menyiraminya setiap pagi. (kata dasar verba ‘siram’)
  • Pahlawan sebutan untuk orang yang berjuang bagi bangsa dan negara. (kata dasar verba ‘sebut’)
  1. Kalimat aktif yang menggunakan verba berduplikasi. Verba berduplikasi adalah kata kerja yang mengalami pengulangan kata dasar.

Contoh penerapannya dalam kalimat aktif :

  • Kita sepatutnya bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. (kata dasar verba ‘sakit’ dan ‘senang’)
  • Rizki melambai-lambaikan tangannya. (kata dasar verba ‘lambai’)
  • Kenangan buruk membayang-bayangi pikirannya. (kata dasar verba ‘bayang’)
  1. Kalimat aktif yang menggunakan verba majemuk. Verba majemuk adalah kata kerja yang terdiri dari dua kata dasar.

Contoh penerapannya dalam kalimat aktif :

  • Beta berterimakasih atas bantuanmu. (kata dasar verba ‘terima’ dan ‘kasih’)
  • Politikus mencampuradukkan masalah pribadi dengan masalah jabatan. (kata dasar verba ‘campur’ dan aduk)
  • Satu kambingku beranakpinak menjadi 10. (kata dasar verba ‘anak’ dan ‘pinak’)
Gambar Kalimat Pasif
sumber: pixabay

Baca Juga: Jenis-jenis rumus segitiga

Kalimat Pasif

Itulah tadi seputar tentang kalimat aktif. Nah, sekarang yang kedua, yaitu kalimat pasif. Dibawah ini kita akan membahas pengertian, jenis-jenis, ciri-ciri, kalimat pasif lengkap dengan contohnya.

Pengertian Kalimat Pasif

Pengertian kalimat pasif adalah sebuah kalimat yang subjeknya (S) terkena suatu tindakan yang diungkapkan dengan predikat (P) oleh objeknya (O).

Ciri-Ciri Kalimat Pasif

Dibawah ini adalah beberapa ciri-ciri dari kalimat pasif.

  1. Subjek yang terdapat pada suatu kalimat aktif akan berubah menjadi objek pada kalimat pasif.
  2. Predikat berimbuhan di-, ter-, atau ke-an.
  3. Kata kerja akan didahului dengan kata ganti orang seprti ku- dan kau-.
  4. Jikat erdapat kaya ‘oleh’, jika dihilangkan tidak akan merubah maknnya.

Contoh:

Tenpe itu dimasak oleh ibu
S                  P               O

Maling jemuran tertangkap oleh satpam kemarin malam.
S                            P                      O             K

Botolku tertendang budi yang sedang berjalan di depanku.
S                   P            O                       K

Asrama dipel oleh siswa hingga menjadi bersih.
S         P           O                     K

Gambar Jenis-Jenis Kalimat Aktif dan Pasif
sumber: pixabay

Baca Juga: kalimat tunggal dan majemuk

Jenis-Jenis Kalimat Pasif

Berikut adalah Kalimat-kalimat pasif yang menggunakan verba turunan. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, verba turunan adalah kata kerja yang telah mengalami afiksasi, gabungan proses, reduplikasi atau berbentuk majemuk. Berikut penjelasan kongkritnya :

1. Kalimat pasif menggunakan verba berafiks prefiks. Verba berafiks perfiks adalah kata kerja yang mendapat imbuhan pada bagian awal kata dasar, misalnya : di, ter.

Contoh penerapannya dalam kalimat pasif :

  • Karikatur foto adik digambar oleh Arum. (kata dasar verba ‘gambar’)
  • Bulan oktober ini benih padi ditabur oleh para petani. (kata dasar verba ‘tabur)
  • Banyak kerikil dijalanan dekat simpang lima Semarang. (kata dasar verba ‘jalan’)
  • Roti bolu termakan Lutfi. (kata dasar verba ‘makan’)
  • Tubuhku tertahan oleh bebatuan. ( kata dasar verba ‘tahan’ )
  • Mohammad Ali ditinju oleh lawan mainnya hingga kalah. ( kata dasar verba ‘tinju’)
  • Kulitku tergores paku sampai berdarah. ( kata dasar verba ‘gores’)
  • Jalanku diperlambat oleh rombongan siswa siswi yang berangkat ke sekolah. ( kata dasar verba ‘lambat’)
  • Adekku terkunci olehku di dalam rumah. (kata dasar verba ‘kunci’)

2. Kalimat pasif menggunakan verba berafiks infik. Verba berafiks infiks adalah kata kerja yang mendapat imbuhan yang disisipkan di tengah kata dasar, misalnya : em, el, in, er, ah.

Contoh  penerapannya dalam kalimat pasif :

  • Sindikat perdagangan anak ilegal diselidiki oleh polisi. ( kata dasar verba ‘getar’ )
  • Melga terperanjat oleh Ratna yang datang secara tiba-tiba. ( kata dasar verba ‘panjat’ )
  • Bayi ditelungkupkan Ibu untuk berlatih tengkurap. ( kata dasar verba ‘tungkup’ )
  • Balon digelembungkan anakku hingga meletus. ( kata dasar verba ‘gembung’ )
  • Rambutku dikerudungi ibu dengan topi tebal. ( kata dasar verba ‘kudung’ )
  • Korban gempa masih direruntuhi bangunan. ( kata dasar verba ‘runtuh’ )

3. Kalimat pasif menggunakan verba berafiks konfiks. Verba berafiks konfiks adalah kata kerja yang mendapatkan imbuhan pada awal dan akhir kata dasar, misalnya ter-i, per-an, di-kan, di-i, per-i

Contoh penerapannya dalam kalimat pasif :

  • Wisata Grobogan telah dijelajahi para pelancong. ( kata dasar verba ‘jelajah’ )
  • Bajuku ternodai kotoran cicak. ( kata dasar verba ‘noda’ )
  • Beruang diselubungi oleh bulu-bulu tebal (kata dasar verba ‘selubung’)
  • Jenazah itu dikebumikan di Taman Makam Pahlawan. (kata dasar verba ‘bumi’)
  • HP second milikku dihargai Rp 400.000,00 oleh pembeli. ( kata dasar verba ‘harga’ )
  • Jika jodoh, kita akand dipertemukan kembali. ( kata dasar verba ‘temu’ )
  • Aplikasi android perlu diperbarui oleh penggunanya. (kata dasar verba ‘baru’)
  • Sampah itu dibuangi masyarakat ke sungai hingga mereka dilanda banjir. (kata dasar verba ‘buang’ dan ‘landa’)
  • Penderita Demam Berdarah telah diobati oleh dokter. (kata dasar verba ‘obat’)
  • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diketuai oleh Menteri Muhadjir Effendy. (kata dasar verba ‘ketua’)
  • Hatiku tersakiti oleh sikapmu berulang kali. (kata dasar verba ‘sakit’)

4. Kalimat pasif menggunakan verba berafiks sufiks. Verba berafiks sufiks adalah kata kerja yang mendapat imbuhan pada akhir kata dasar, misal -i

Contoh penerapannya dalam kalimat pasif:

  • Rumah terduga tetorisme didatangi Badan Intelejen Negara sore tadi. (kata dasar verba ‘datang’)
  • Bunga disirami bunda setiap pagi. ( kata dasar verba ‘siram’ )
  • Kesalahan pencuri tersebut terampuni oleh korbannya. ( kata dasar verba ‘ampun’)

5.Kalimat pasif yang menggunakan verba berduplikasi. Verba berduplikasi adalah kata kerja yang mengalami pengulangan kata dasar.

Contoh penerapannya dalam kalimat pasif:

  • Uang dihambur-hamburkan oleh orang-orang yang tak menghargai nilainya. ( kata dasar verba ‘hambur’)
  • Bola ditendang-tendang anak kecil hingga rusak. ( kata dasar verba ‘tendang’ )
  • Pikiranku dibayang-bayangi kenangan masa lalu. ( kata dasar verba ‘bayang’ )
  • Kertas dirobek-robek Susi hingga hancur lebur. (kata dasar verba ‘robek’)

6. Kalimat pasif yang menggunakan verba majemuk. Verba majemuk adalah kata kerja yang terdiri dari dua kata dasar.

Contoh penerapannya dalam kalimat pasif :

  • Masalah pribadi dengan masalah jabatan dicampuradukkan oleh politikus. (kata dasar verba ‘campur’ dan ‘aduk’)
  • Rumput laut dibudidayakan oleh orang-orang yang tinggal di sekitar pantai. (kata dasar verba ‘budi’ dan ‘daya’)
  • Asus Zenfone 2 laser mulai diperjualbelikan produsen di Indonesia mulai tahun 2015. (kata dasar verba ‘jual’ dan ‘beli’)
  • Ayam jawa dikembangbiakan oleh peternak jawa untuk memperoleh laba. (kata dasar verba ‘kembang’ dan ‘biak’)
Gambar Pengertian Kalimat Aktif dan Pasif
sumber: pixabay

Syarat dan Cara Merubah Kalimat

Kedudukan subjek dapat diubah posisinya menjadi kata objek. Begitu sebaliknya, kedudukan objek pun bisa menjadi subjek. Perubahan kedudukan tersebut dapat kita lakukan ketika kita memahami konsep kalimat aktif dan pasif. Keempat unsur pembentuk kalimat yang telah dijelaskan di atas berperan dalam membentuk kalimat aktif dan pasif. Berikut penjelasannya

Bagi anda yang ingin lebih menarik minat pembaca dengan mengotak-atik kalimat menjadi aktif atau pasif silahkan pelajari kajian berikut.

Kalimat Aktif Bisa diubah Menjadi Kalimat Pasif, Begitupun Sebaliknya.

Syarat Merubah Kalimat

Syarat-syarat dapat diubahnya kalimat aktif menjadi kalimat pasif diantaranya :

  1. Kalimat aktif yang memiliki objek (kalimat aktif transitif)
  2. Bukan kalimat perintah (komando)
  3. Bukan kalimat seru

Cara Merubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif

Merubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif
1. Subjek pada kalimat aktif berubah menjadi objek pada kalimat pasif.
Andi Menabrak Budi di depan ruang kelas.(Aktif)
Budi ditabrak oleh Andi di depan ruang kelas. (Pasif)
2. Predikat yang berawalan me- berubah menjadi berawalan di-/ter-
Ani mengabaikan kebun bunga yang cantik itu.(Aktif)
Kebun bunga yang cantik itu terabaikan oleh Ani. (Pasif)
3. Kalimat aktif tidak berobjek tidak bisa diubah menjadi kalimat pasif.

Cara merubah kalimat aktif menjadi pasif

  1. Pastikan dahulu bahwa kalimat aktif tersebut memiliki objek (aktif intransitif)
  2. Ubah posisi subjek menjadi objek dan objek menjadi subjek.
  3. Ubah kata kerja menjadi berimbuhandi-atau ter-.

Contoh :

Ibu  membersihkan ruang  tamu.   (Aktif)

Ruang tamu dibersihkan oleh ibu.  (Pasif)

Cara Merubah Kalimat Pasif Menjadi Aktif

Merubah kalimat pasif menjadi kalimat aktif:
1. Subjek pada kalimat pasif diubah menjadi objek pada kalimat pasif.
contoh:
Kejuaraan itu dimenangkan oleh mereka.   (aktif)
Mereka memenangkan kejuaraan itu.    (pasif)
2. Awalan prediket di-/ter-/ke-an diubah menjadi ber-  atau me-
contoh:
Bunga itu ditanam oleh ibuku.    (aktif)
Ibu menanam bunga itu.(pasif)
3. Kata ganti ku- dirubah menjadi Aku.
contoh:
Buah itu sudah kumakan.(aktif)
aku sudah memakan buah itu. (pasif)

Cara merubah kalimat pasif menjadi aktif

  1. Ubah posisi subjek menjadi objek dan sebaliknya.
  2. Ubah imbuhandi- atauter- menjadi me-, menge-, atau ,menye-.

Contoh :

Buku itu dikembalikan oleh Andi di tempatnya.   (Pasif)

Andi mengembalikan buku di tempatnya.    (Aktif)

Baca Juga: Syarat penulisan dengan tanda baca yang benar


Memilah-milah bentuk kalimat aktif dan pasif memang berguna untuk menarik minat pembaca.  Dengan ragam kalimat yang telah penulis sajikan di atas, semoga anda lebih memahami penggunaanya. Tentu saja pemahaman harus disertai dengan implementasinya. Selamat berlatih menggunakan kalimat aktif dan pasif. Semoga bermanfaat.

2 pemikiran pada “Kalimat Aktif dan Pasif, Lengkap! (Pengertian, Jenis-Jenis, Ciri-Ciri, Contohnya).”

Yakin Ngga Mau Komen?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: