Tata Cara Membayar Fidyah dan Waktunya (Lengkap)

Fidyah dalam bahasa arab merupakan bentuk masdar dari kata fadaa yang artinya yaitu mengganti atau menebus. Fidyah ini biasa dilakukan oleh orang yang lanjut usia dan tidak mampu meaksanakan puasa, keluarga orang yang belum sempat mengganti puasa yang ditinggalkan, dan ibu hamil yang sedang tidak berpuasa maka dapat melakukan niat membayar fidyah dan cara membayar fidyah.

Untuk cara membayar fidyah memiliki takaran yang akan diberikan kepada penerima fidyah yaitu ada yang membolehkan dibayar sesuai dengan harga nominal makan untuk 1 porsi dikalikan jumlah puasa yang harus diganti, ada juga yang membolehkan memberi makan orang miskin sebanyak 1 mud. Namun, kamu tidak perlu khawatir dan bingung karena artikel ini akan membahasnya dengan lengkap.

Besaran dan Orang yang Wajib Membayar Fidyah

Siapa saja yang wajib membayar fidyah dan berapa besarannya? menurut Nabi Muhammad SAW, bentuk dari fidyah dapat berupa makanan yang biasanya adalah makanan pokok dari negerinya masing–masing baik siap santap maupun mentah karena tidak adanya aturan khusus yang mengikat.

Baja Juga: rukun islam

Ukuran Fidyah

Ukuran fidyah dapat diatur dengan seberapa banyak jumlah yang harus dikeluarkan ini terdapat penjelasan dari para ulama. Berikut ukuran membayar fidyah yang perlu kamu ketahui:

  • Satu Mud
  • Dua Mud / Setengah Sha’
  • Satu Sha’

Berikut ini penjelasannya. Yuk langsung aja!

Satu Mud

Cara membayar fidyah menurut pendapat sebagian ulama dalam menentukan ukuran seperti Imam As – Syafi’i, Imam Malik, dan Imam An – Nawawi telah menetapkan ukuran fidyah harus dibayar kepada setiap seorang fakir miskin adalah 1 mud. Mud ini berarti bentuk telapak tangan yang menghadap ke atas untuk menampung makanan mirip seperti ketika orang berdoa (1,25 kilogram cerealia, seperti gandum, beras dan lainnya).

Dua Mud atau Setengah Sha’

Sebagian ulama yang lain seperti Abu Hanifah memiliki pendapat ukurannya adalah 2 gandum dengan ukuran mud Nabi Muhammad SAW. Hal ini setara dengan memberikan makan siang dan makan malam kepada 1 orang miskin.

Satu Sha’

Untuk ukuran 1 sha’ ini adalah pendapat dari kalangan Hanafiyah seperti Imam Al – Kasani dalam Bada’i’I wa As – Shana’i’. 1 sha’ ini setara dengan 4 mud. Dari ketiga perbedaan pendapat ini dapat ditarik kesimpulan bahwa paling sedikit dikeluarkannya fidyah adalah 1 mud. Tetapi yang utama dikeluarkan adalah ½ sha’ atau memberi 1 porsi makanan masak kepada orang miskin.

Gambar-Ukuran-Fidyah-Satu-Mud
Gambar-Ukuran-Fidyah-Satu-Mud (sumber: islamkafah.com)

Siapa Saja yang Harus Membayar Fidyah?

Lalu siapa saja yang berhak menerima fidyah? cara membayar fidyah ini dapat dilakukan oleh orang–orang berikut ini:

  1. Orang sakit
  2. Tidak kuat berpuasa
  3. Ibu hamil atau menyusui
  4. dan, orang yang belum mengqadha puasa sebelumnya

Dan sekarang kita akan membahasnya dengan lengkap!

Orang yang Sakit dan Sulit Sembuh

Orang yang harus membayar fidyah yang pertama adalah orang yang sakit dan sulit sembuh ini dapat melakukan pembayaran fidyah karena keadaan yang mengharuskan beliau tidak dapat berpuasa di bulan Ramadhan.

Orang yang Tidak Kuat Puasa

Orang yang harus membayar fidyah kedua yaitu orang yang sudah tidak kuat lagi dalam berpuasa. Hal ini biasanya orang yang lanjut usia atau orang yang sedang lemah kondisi fisiknya dan sudah tidak lagi kuat untuk berpuasa harus membayar fidyah.

Ibu Hamil atau Menyusui

Ibu hamil atau menyusui ini dapat tidak berpuasa karena khawatir akan anak yang dikandung atau disusuinya. Wanita ini harus membayar fidyah menurut sebagian ulama, tapi menurut Imam Syafi’i wanita ini juga harus mengqadha puasanya disamping membayar fidyah. Lalu menurut pendapat lain, wanita ini tidak harus membayar fidyah melainkan cukup mengqadha saja.

Gambar-Tata-Cara-Membayar-Fidyah-Ibu-Hamil-Menyusui
Gambar-Tata-Cara-Membayar-Fidyah-Ibu-Hamil-Menyusui ruangmuslimah.co

Belum Mengqadha Puasa Sebelumnya

Penundaan kewajiban mengqadha puasa Ramadhan tanpa uzur syar’i hingga pada Ramadhan berikutnya maka mereka harus mengqadha sekaligus dan membayar fidyah menurut sebagian ulama.

Fidyah adalah memberi makan orang (yang miskin)

Gambar-Orang-Yang-Wajib-Membayar-Fidyah
Gambar-Orang-Yang-Wajib-Membayar-Fidyah (sumber: LTN-PBNU)

Baca Juga: rukun iman

Bentuk Pembayaran Fidyah

Bagi pemberi fidyah, pembayaran dan cara membayar fidyah dapat menggunakan 2 model pembayaran berikut ini:

No Pilihan Cara Membayar Fidyah
1 Dalam bentuk makanan yang sudah jadi
2 Atau, dalam bentuk mentahnya (bahan makanan)

Dalam Bentuk Makanan Jadi

Model pembayaran seperti ini dapat dilakukan, lalu mengundang orang miskin sejumlah hari puasa yang ditinggalkan pada bulan Ramadhan atau bulan puasa yang wajib dikerjakan oleh semua umat muslim.

Dalam Bentuk Bahan Makanan

Selain model pembayaran dengan makanan yang sudah masak, kamu juga dapat melakukan pembayaran fidyah menggunakan bahan makanan mentah. Namun, sebaiknya kamu memberikan sesuatu juga untuk dijadikan lauk oleh penerima fidyah.

Gambar-Besaran-Fidyah
Gambar-Besaran-Fidyah (sumber: lampung.tribunnews.com)

Waktu Pembayaran Fidyah

Berikut adalah waktu bayar fidyah yang tepat dan yang tidak boleh, bagi para pemberi ke penerima fidyah:

Waktu yang Tepat untuk Membayar Fidyah

Seseorang boleh membayar fidyah pada hari ketika tidak melaksanakan puasa atau meninggalkan puasa Ramadhan. Atau dapat juga hingga hari terakhir bulan Ramadhan yang juga dilakukan oleh Anas bin Malik yang telah tua.

Waktu yang Tidak Boleh Bayar Fidyah

Kemudia waktu yang tidak diperbolehkan untuk membayar fidyah adalah ketika telah melewati atau tidak masuk pada bulan Ramadhan, seperti yang sudah diketahui bahwa waktu pembayaran fidyah ada pada hari ketika meninggalkan puasa, hingga akhir bulan Ramadhan, dan menunggu hingga bulan Ramadhan berikutnya,

Gambar-Waktu-Bayar-Fidyah-yang-Tepat
Gambar-Waktu-Bayar-Fidyah-yang-Tepat (sumber: lampung.tribunnews.com)

Membayar Fidyah dengan Uang, Bolehkah?

Bagaimana cara membayar fidyah dengan uang? bolehkah fidyah tidak dibayar dengan makanan namun dengan uang yang senilai ? jawabannya adalah boleh. Fidyah dapat dibayarkan dengan mengganti uang jika hal tersebut lebih bermanfaat. Namun, jika uang tersebut hanya memberikan maslahat atau digunakan untuk foya – foya maka lebih baik memberikannya dengan makanan.

Gambar-Membayar-Fidyah-dengan-Uang
Gambar-Membayar-Fidyah-dengan-Uang (sumber: konsultasisyariah.com)

Cara Membayar Fidyah

Bila perlu bayar fidyah ini diberikan kepada pihak yang sangat membutuhkan seperti fakir miskin yang jumlahnya sesuai dengan puasa yang ditinggalkan.

  1. Bayar Fidyah 1 Puasa 1 Orang Miskin

Fidyah dapat dibayarkan kepada orang miskin yang jumlahnya sesuai dengan puasa yang kita tinggalkan. Misalkan kita meninggalkan puasa selama 30 hari, maka kita harus membayar fidyah dengan 30 porsi makanan dan diberikan kepada 30 orang miskin.

  1. Bayar Fidyah 30 Hari 1 Orang Miskin

Membayar fidyah juga dapat dberikan kepada 1 orang miskin saja sebanyak 30 porsi, karena kita misalkan meninggalkan puasa sebanyak 30 kali.

Namun hal ini dilarang oleh sebagian ulama, namun Imam Nawawi dalam kitab Al – Majmu’ membolehkan hal tersebut. Hal yang sama juga menurut Al – Mawardi yang membolehkan membayar fidyah hanya pada 1 orang miskin sekaligus.

“Dan diwajibkan bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin” (Qs. Al Baqarah: 184)

Gambar-Cara-Membayar-Fidyah
Gambar-Cara-Membayar-Fidyah (sumber: tribunnews.com)

Artikel Terkait: perbedaan zakat fitrah dan zakat mal


Demikian cara membayar fidyah dan hal – hal lainnya yang berhubungan dengan membayar fidyah. Terjadi perbedaan dari para ulama pada bahasan pembayaran fidyah. Namun, kamu dapat mengikuti dan menjalankan dari yang paling utama atau paling banyak disarankan oleh ulama. Lalu untuk pembayaran fidyah dapat diganti dengan uang jika hal tersebut lebih membawa manfaat.

Yakin Ngga Mau Komen?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: